PERSATUAN DAN KESATUAN

PERSATUAN DAN KESATUAN
Oleh. Farkhan Evendi
(Ketua Umum BMI)

Sudah hampir 76 tahun kita sebagai negara berdiri, namun kemana orientasi kepergian kita tertuju?, apa batas batas capaian tentang kemajuan itu, atau kita sedang dipersimpangan dan berjalan mundur?

Pertanyaan ini jelas disodorkan untuk semua orang, semua kalangan, dan perlu dijawab oleh anak semua Bangsa. Jelas anak muda yang penjadi poin di sini, sebagai generasi penerus yang akan mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bintang Muda Indonesia (BMI) tentu menjadi bagian dari estafet ini, sebagai generasi penerus, pembangunan karakter yang luhur dan unggul sebagai anak bangsa Indonesia adalah hal yang utama, demikian yang selalu disampaikan oleh ketua umum BMI di setiap kesempatan dalam acara Deklarasi dan Pengkaderan Bintang Muda Indonesia di berbagai wilayah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten daerah.

BMI dibangun atas dasar cinta dan bakti pada Tanah Air Ibu Pertiwi. Sebab Tanah Air Indonesia merupakan warisan yang bernilai dan berharga dalam sejarah peradaban Bangsa Indonesia.

Pelatihan kader dimaknai untuk mengimbangi nuansa politik yang hipokrit, yang berkembang lama dan menjadi tontonan harian warga Indonesia di televisi. Politik pecah belah, korupsi, arogan dan elitis adalah narasi narasi yang masih bertahan di ruang publik.

Kadernya dipersiapkan untuk menjadi role model percontohan politisi yang baik, yang memiliki integritas dan etika. Cerdas, Santun dan Peduli adalah ciri dari kader BMI.

Maka untuk itulah Saya bersama seluruh kader-kader BMI dengan istiqomah dan teguh mengawal proses dan dinamikanya, agar perubahan demi perubahan dapat terwujud, yakni, masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, sesuai dengan harapan para pendahulu kita.

BMI bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai ketua umum partai Demokrat yang sah, akan terus menyuarakan kebenaran sekuat tenaga, karena bagi kami yang benar harus menang dan yang baik harus memimpin .